Komputer dengan Artificial Intellegence Mampu Menciptakan Otak Tiruan Layaknya Manusia

Di jaman yang serba canggih, Artificial intellegence terus berkembang pesat. Perkembangan ini ditunjukkan adanya robot robot yang kemudian dapat dilengkapi dengan kesadaran serta perasaan. Untuk kemudian merealisasikan visi tersebut, membutuhkan pusat pengelolaan yang memiliki basis seperti layaknya otak manusia. Tersebut adalah proyek superlatif dan memiliki tujuan untuk mengerti bagaimana otak manusia bekerja dan lakukan simulasi di dalam komputer.

Ilmuwan yang berasal dari universitas teknik Menjadi salah satu dari sekian banyak ilmuwan Eropa yang mengungkap bagaimana cara kerja otak. Ide dasar dari Human brain yaitu membuat simulasi komputer dari beragam. Langkah pertama yang dilakukan yaitu orang orang harus memahami bagaimana semua fungsi tersebut dapat berfungsi. Dipahami juga bagaimana cara komponen otak kemudian dapat berfungsi. Proyek ini juga menginginkan untuk melihat bagaimana kah kerjasama dan meniru cara kerja otak yang pada dasarnya mengolah angka angka.

Dibandingkan dengan manusia, otak tikus memiliki uang lebih 70 Juta komponen kecil yang strukturnya serupa. Langkah pertama yang dilakukan yaitu menggunakan simulasi dengan beriman atau tikus yang tidak terlalu rumit. Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan pertanyaan pertanyaan bagaimana kah otak menyampaikan pesan ataupun informasi kepada tubuh virtual. Oke kemudian akan melakukan proses Impresi dari sensor kemudian menghasilkan komando komando biologis yaitu misalnya menyuluti emosi.

Dalam hal tersebut, diperlukan lebih besar dari Jumlah neuron tikus agar reproduksi otak manusia ulang dapat dilakukan oleh Superkomputer raksasa tersebut. Komputer ini disebut dengan super MUC di Muenchen dan menjadi salah satu komputer terbesar di dunia. Namun, komputer tersebut juga tidak cukup untuk melakukan simulasi pada otak manusia.

Jika yang dibicarakan adalah matematika murni, manusia dapat dengan mudah kalah dengan Kalkulator kecil. Namun manusia dapat menangkap berbagai makna serta situasi di sekeliling dalam beberapa detik. Manusia juga mampu membedakan informasi yang penting serta tidak penting untuk dicerna. Agar simulasi dapat diuji, pertemuan kemudian mengembangkan robot jenis baru yang mampu melaksanakan tugas yang diberikan oleh otak virtual. Hal ini termasuk yang proses gerakan gerakan.

Robot tersebut dibuka dengan menggunakan sistem mekanik call dari tubuh manusia dan tulang belakang yang ELASTIS, kemudian juga nggak. Tujuannya yaitu agar rupa tersebut dapat memiliki gerakannya fleksibel layaknya manusia. Namun robot harus dikontrol dengan sensitivitas yang sesuai dengan tingkat kemampuan nya.

Tantangan terbesar kemudian pada robot Antropometris itu orang orang yang mengembangkan memerlukan struktur kontrol yang baru kemudian membuatnya menjadi lebih terintegrasi karena orang orang tersebut tidak memiliki sendi pada robot yang digunakan di dalam industri. Banyak sekali riset yang masih harus dilakukan, sebelum ataupun tua tersebut mampu melakukan kontrol terhadap tubuh kesimpulan lebih sempurna.

Please follow and like us:
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial